Pemilihan umum (pemilu) yang akan
berlangsung pada tanggal 9 April mendatang membuka sebuah harapan baru, demi
terciptanya Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur. Melalui pemilu mendatang
para pemilih pemula, khususnya golongan pelajar yang telah memperoleh hak untuk
memilih calon anggota legeslatif dapat menggunakan haknya dengan sebaik
mungkin.
Begitu juga dengan Pelajar
MA.Nurul Hidayah Karya 45 yang termasuk golongan pemilih pemula,mereka mendapat pembekalan dari relawan KPU Kabupaten
kapuas terkait dengan tata cara pencoblosan pada pemilu mendatang. Para pelajar
MA.Nurul Hidayah Karya 45 tersebut juga
diberikan pembinaan agar mampu memberikan hak suara secara tepat pada 9 April
mendatang.
Bertempat di MA.Nurul Hidayah Karya 45 , tepatnya di Desa anjir Serapat Barat, Kecamatan Kapuas Timur,Hari Kamis 20 maret 2014 para relawan demokrasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) kapuas menggelar sosialisasi pencoblosan kepada para pelajar yang merupakan pemilih pemula.
Para relawan tersebut memberikan simulasi tentang tata cara pencoblosan dan pemilihan calon legislatif pada 9 april nanti. Sosialisasi bertujuan mencegah para pemilih pemula dari keabsenan memberikan hak suara atau golput. Selian itu, para pelajar juga diberikan pembinaan hak sebagai warga negara pada pesta demokrasi lima tahunan.
Simulasi dan sosialisasi tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan partisipasi pemilih pemula untuk mencoblos dan memberikan hak demokrasi pada pemilu tahun ini. Salah satu pelajar bernama Arifin mengaku akan memberikan hak suaranya pada pencoblosan 9 April nanti. Namun, sebagai pemilih pemula, ia mengaku tidak mengenal seluruh calon yang akan duduk di kursi anggota dewan.

Bertempat di MA.Nurul Hidayah Karya 45 , tepatnya di Desa anjir Serapat Barat, Kecamatan Kapuas Timur,Hari Kamis 20 maret 2014 para relawan demokrasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) kapuas menggelar sosialisasi pencoblosan kepada para pelajar yang merupakan pemilih pemula.
Para relawan tersebut memberikan simulasi tentang tata cara pencoblosan dan pemilihan calon legislatif pada 9 april nanti. Sosialisasi bertujuan mencegah para pemilih pemula dari keabsenan memberikan hak suara atau golput. Selian itu, para pelajar juga diberikan pembinaan hak sebagai warga negara pada pesta demokrasi lima tahunan.
Simulasi dan sosialisasi tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan partisipasi pemilih pemula untuk mencoblos dan memberikan hak demokrasi pada pemilu tahun ini. Salah satu pelajar bernama Arifin mengaku akan memberikan hak suaranya pada pencoblosan 9 April nanti. Namun, sebagai pemilih pemula, ia mengaku tidak mengenal seluruh calon yang akan duduk di kursi anggota dewan.
Para peserta juga merasa antusias
mengikuti kegiatan sosialisasi pemilu ini. Mereka mengaku jadi tahu proses
pemilihan, dari mulai masuk tempat pemungutan suara, mencoblos, sampai akhir
pemilihan. Bahkan, mereka menyatakan pasti memilih setelah diberi pemahaman
pemilu.






